Saturday, May 30, 2009

Chek Jawa

After reaching Pulau Ubin, we walked to Ubin-HSBC Volunteer Hub to take vans to Chek Jawa which is located in the most east of Pulau Ubin. Our van stopped at a Chek Jawa Visitor Point before we walked for about 190 meters to Chek Jawa itself. We don't need to worry about getting wet or dirty because there is broadwalk for visitors to enjoy the place.




Chek Jawa or Tanjung Chek Jawa is a cape and 100-hectare wetlands. In this wetlands, we can find sandy beach, rocky beach, sea-grass lagoon, coral rubble, mangroves and coastal forest. If we are lucky, we can also see some marine wildlife such as starfish, sea horses and octopi living in the sand and mud flats, carpet and peacock anemones in the sea-grass meadows, and sponges of all hues residing in the coral rubble. But I did not see any starfish, sea horses or octopi :(

Once again, thanks to Datacraft-Asia for sponsoring this trip.



Click here for more pictures (you might need a Multiply account).

Links:
[Wikipedia] Chek Jawa

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Canon EF 70-300mm f/4-5.6 IS USM

Photos courtesy of Boaz Wibowo.
If you upload the photos to other sites, you must add the phrase "Photo Courtesy of Boaz Wibowo and iorboaz.multiply.com" somewhere near the photos.

A Spider and Its Web
© Photographer: Iorboaz | Agency: Dreamstime.com

Changi Point Ferry Terminal & Pulau Ubin

This morning we joined a company event "Pulau Ubin Exploration". The ThinkHealth Committees of Datacraft-Asia organized this event for Singapore-based Datacraft employees and their families or friends. Everything was managed by the committees played along with Ubin Explorer. The bumboats that brought us from Changi Point Ferry Terminal (CFPT) to Pulau Ubin, bicycles and vans to Chek Jawa, tour guides, drinking water, sun block lotion, insect repellent, and lunch. :)

To be in Pulau Ubin was a great time for me to see another portrait of Singapore. In this place we won't see a shining and vibrant city, but a throwback to Singapore in the 1960's. Located in just off the northeastern corner of mainland Singapore, Pulau Ubin provides an escapade from the hustle and bustle of city life in mainland of Singapore. It is green, natural, and good place for outdoor activities in Singapore.

In this event, we only visited Chek Jawa, but if you rent a bicycle and have more time, you can explore Pulau Ubin and see more plants, more animals, and more thing about Kampong and Granite Quarries.



Click here for more pictures (you might need a Multiply account).

Links:
[Wikipedia] Pulau Ubin

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Canon EF 70-300mm f/4-5.6 IS USM

Photos courtesy of Boaz Wibowo. If you upload the photos to other sites, you must add the phrase "Photo Courtesy of Boaz Wibowo and iorboaz.multiply.com" somewhere near the photos.

Monkey
© Photographer: Iorboaz | Agency: Dreamstime.com

Sunday, May 24, 2009

bangun tidur ku terus ngoceh

Si pumpkin memang bayi yang adorable bahkan saat belum mandi sekalipun. Setiap pagi dia ngoceh dan menebar senyumnya yang manis. Selain itu dia juga suka bermain ludah di mulutnya dengan menirukan suara kentut... brururururutttt... brurururuttt... lucu deh...

Sunday, May 17, 2009

four-month-old pumpkin

Tanggal 14 Mei 2009 yang lalu si pumpkin tepat berumur 4 bulan. Dia memang makin suka ngoceh, apalagi setelah bangun pagi. Namun sampai hari ini dia belum juga bisa membalikkan badannya. Kami tetep berusaha tenang, sabar, dan tidak memaksakan agar si pumpkin bisa ini dan itu. Walau demikian kami sadar kalau si pumpkin adalah seorang bayi yang cukup kuat. Selama liburan di Jogja dan Jakarta, dia sering kami aja keluar walau udara di Jogja dan Jakarta sedang panas-panasnya.

Seperi biasa, setiap bulannya kami membawa si pumpkin ke Thomson Medical Center (TMC). Sabtu yang lalu, si pumpkin menerima vaksinasi 6-in-1 yang terdiri dari DPAT, IPV, HIB, HBV(HEXA), dan Rotavirus untuk yang kedua kalinya. Dan dari hasil pengukuran dia sudah mencapai berat 7,010 kg, panjang 64 cm dan lingkar kepala 40 cm. Si pumpkin makin berat dan makin panjang, tapi lingkar kepalanya tetap. Semoga gak papa... :D


Tuesday, May 12, 2009

Jogja-Jakarta Trip

Sudah jauh-jauh hari kami merencanakan liburan di Jogja dan Jakarta untuk waktu yang cukup lama. Kami berada di Indonesia mulai tanggal 30 April hingga 10 Mei 2009. Dari Changi International Airport, kami menumpang pesawat AirAsia menuju Bandara International Adi Sucipto di Yogyakarta. Ini menjadi penerbangan pertama bagi si pumpkin. Sangat maklum bahwa setengah dari 2 jam 10 menit perjalanan, si pumpkin rewel.


Memang sedikit repot travelling with baby, jadi tidak terlalu banyak tempat yang kami kunjungi di Jogja. Namun ada beberapa tempat bagus seperti Museum Affandi dan Taman Sari yang sempat kami kunjungi. Berikut ini beberapa oleh-oleh foto dari Jogja:
  1. Above Jogja
  2. The Affandi Museum
  3. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
  4. Taman Sari – The Water Castle
  5. Heart of Jogja
  6. Jogja at Night
  7. Chilly Kaliurang
  8. Jogja-Jakarta's Food & Drinks

Tanggal 5 Mei 2009 kami menumpang pesawat Lion Air menuju Jakarta. Sepanjang 50 menit perjalanan, si pumpkin tidak henti-hentinya menangis. Setibanya di Bandara International Soekarno-Hatta di Cengkareng, kali ini tidak ada si bocah tua nakal yang biasa menjemput, jadi kami ambil taksi ke rumah Menteng. Udara di Jakarta memang tidak sepanas Jogja, tapi kami lebih banyak menghabiskan waktu mengujungi mal-mal megah di pusat Jakarta dan tidak mengunjungi museum-museum atau tempat wisata yang lain.

Selama di Jogja dan Jakarta, si pumpkin selalu menjadi pusat perhatian. Mungkin karena selain cakep, tangisan dan teriakannya menggelegar. Kami kembali ke Singapura menggunakan pesawat Lion Air lagi dan kami sangat lega karena kali ini sepanjang 1,5 jam perjalanan, si pumpkin tertidur dengan tenang.