Saturday, February 28, 2009

si pumpkin tengkurep

Karena hari ini si jontor ke dokter kandungan lagi untuk tes Pap Smear setelah melahirkan, jadi saya dan si pumpkin hanya berdua di rumah. Ternyata lumayan juga kerjaan yang harus dilakukan selama sekitar tiga jam tanpa si jontor. Mulai dari ganti disposable diaper, siapin botol susu, menyusui si pumpkin pake botol tersebut, mencuci botol dengan sabun dan sikat khusus, dan mensterilkannya menggunakan baby bottle sterilizer. Selain itu iseng-iseng saya tengkurepin si pumpkin untuk melatih otot-otot leher dan punggungnya... cailah... ^_^

video

Semoga video diatas tidak diangap sebagai video penyiksaan... :D

Wednesday, February 18, 2009

one-month-old pumpkin

Tanggal 14 lalu, si pumpkin tepat berumur 1 bulan. Hasil pengukuran di Thomson Medical Center, si pumpkin sudah memiliki berat 3,69 kg, panjang 53 cm, dan lingkar kepala 36 cm. Namun sampai saat ini kami masih bingung gaya rambut seperti apa yang cocok buat si pumpkin, jadi kami coba beberapa gaya. Dan ternyata semua bagus.... Keren, Macho, dan Funky kayak bapaknya... ^_^

Wednesday, February 11, 2009

si pumpkin mimik sendiri

Ternyata si pumpkin udah bisa mindiri... mimik sendiri... :)
Aku kasih susu jontor perah, dan hebatnya si pumpkin bisa pegang botol sendiri... ^_^

Sunday, February 08, 2009

Reog Ponorogo @Orchard Road

Satu lagi event bagus yang diadakan oleh KBRI Singapura digelar di Civic Plaza - Orchard Road. Tanggal 1 Februari yang lalu, Group Sanupi dari Wonogiri menampilkan kesenian Reog Ponorogo. Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Sehingga lebih populer dengan nama panjang Reog Ponorogo. Saat ini Reog sudah menyebar ke berbagai tempat di Indonesia dan bahkan sampai Malaysia dan Singapura.


Group Sanupi sendiri berasal dari Wonogiri, sebuah kabupaten kecil di bagian tenggara Jawa Tengah. Group Sanupi ini datang ke Singapura dalam rangka keikutsertaan mereka di Chingay Parade 2009 yang diadakan tanggal 30-31 Januari lalu oleh pemerintah Singapura. Dan saya berada di Civic Plaza (halaman depan Ngee Ann City) pukul 11 siang khusus untuk menonton pertunjukan spektakuler ini.

Berikut adalah beberapa figur yang bisa kita saksikan dalam Reog Ponorogo:

* Singo Barong
Figur utama di dalam Reog adalah Singo Barong yang meggunakan topeng macan, dengan bulu-bulu burung merak yang banyak membentuk sebuah mahkota. Orang yang berperan sebagai Singo Barong haruslah kuat dan mahir bermanuver dengan topeng seberat 40-60 kg tersebut. Uniknya topeng Singo Barong itu harus digigit dan ditopang dengan dua tangan agar tidak lepas dari kepala saat bermanuver. Pada saat pertunjukan, Singo Barong biasanya akan mempersilakan seseorang untuk menungganginya.


* Jaran Kepang
Disebut juga Jathilan, figur ini dibawakan oleh 7 gadis yang menaiki kuda. Pada reog tradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tujuh gadis tersebut menunggangi figur kuda yang terbuat dari anyaman bambu. Mereka membawakan tarian Jaran Kepang dengan irama lenggak-lenggok yang serentak.

* Bujangganong atau Pujangga Anom
Figur ini merepresentasikan Pujangga Anom, seorang penyair muda, yang mengenakan topeng lucu. Bujangganong memiliki wajah merah, mata lebar, dan rambut awul-awulan, dan juga hidung yang panjang. Bujangganong menampilan pergerakan dengan gesit dan sangat akrobatis.


* Prabu Klono Sewandono
Klono Sewandono adalah seorang putra raja dari Kerajaan Bantar Angin. Dia memiliki wajah yang berwibawa membawakan tarian perang dan mengenakan topeng yang berkesan bangsawan dan penuh keberanian.









* Warok atau Warokan
Warok atau Warokan biasanya berperan sebagai manager pertunjukan. Dimainkan oleh beberapa laki-laki berperawakan besar dengan kumis dan jambang yang lebat. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam dan blangkon batik khas Ponorogo. Mereka tidak mengenakan topeng, namun mereka membawa senjata semaca golok untuk menambah kesan sangar.


* Pemain Musik
Reog selalu disajikan dengan iringan musik Gamelan, yang terdiri dari beberapa gendang besar dan kecil, trompet yang terbuat dari kayu, sebuah gong besar, angklung dan satu set kenong dan kempul. Musik menjadi bagian yang sangat penting dari pertunjukan Reog Ponorogo karena dengan musik tersebut kita bisa hanyut dalam ritme suasana mistis dan gairah dari Reog.

Bagi saya, pertunjukan Reog di Orchard Road ini sangat melegakan dan membanggakan setelah begitu banyak perdebatan dan kontroversi mengenai Reog yang sempat di-claim sebagai warisan Melayu dari Batu Pahat Johor dan Selangor Malaysia. Padahal Tari Barongan, nama lain Reog yang ditarikan di Malaysia, adalah tarian yang dibawakan masyarakat Jawa yang merantau kesana. Bahkan topeng Dadak Merak-nya masih diimport dari Indonesia.

Photo album (you might need a Multiply account):
Boaz@Multiply - Reog Ponorogo @Orchard Road

Links:
KBRI Singapura
Wiki - Reog Ponorogo


Equipments:

Canon EOS 40D
Canon EF 70-300mm f/4-5.6 IS USM
Hoya UV Filter 58mm

Photos courtesy of Boaz Wibowo.
If you upload the photos to other sites, you must add the phrase "Photo Courtesy of Boaz Wibowo and iorboaz.multiply.com" somewhere near the photos.