Tuesday, September 30, 2008

Samba Girls

Tidak hanya kerasnya suara deru mesin dan cepatnya laju mobil-mobil F1 di gelaran 2008 F1 Singapore GP yang membuat jantung berdegup keras, namun munculnya gadis-gadis Samba yang datang langsung dari Brazil, diiringi dengan dentuman musik tetabuhan, menambah semaraknya acara ini. Tubuh-tubuh aduhai, wajah-wajah cantik dan seksi, serta liukan-liukan sensual khas Samba membuat suasakan hot bahkan sebelum balapan dimulai... :)

Click here for more pictures (you might need a Multiply account).

Monday, September 29, 2008

2008 F1 Singapore GP

Gelaran F1 di Singapura sudah berakhir dengan Fernando Alonso menjadi jawara, namun suara khas mesin jet-jet darat itu masih terekam jelas di kepala. Tidak ada seorangpun yang meragukan keperkasaan Alonso walau harus mengawali lomba di posisi 15. Ketidak-beruntungan Ferrari dan faktor Safety Car yang harus keluar sampai dua kali mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Alonso.

Sesungguhnya kesaktian Alonso sudah ditunjukan sejak hari pertama (Jumat, 26 September 2008) dimana tidak disangka-sangka dia berhasil menjadi yang tercepat di Free Practice kedua. Waktu tercepat dia bukuan di menit-menit terakhir session tersebut menggeser Lewis Hamilton dan Felipe Massa ke posisi kedua dan ketiga.

Itulah gelaran F1 pertama yang diadakan di malam hari. Bertajuk "the world’s first night race in F1" ini menarik banyak sekali penonton yang ingin melihat langsung mobil-mobil dan pembalap-pembalap F1 serta menjadi bagian sejarah. Berada disana, saya bisa merasakan atmosfir yang berbeda dibanding hanya menonton melalui layar kaca. Saya tidak menyangka kalau suara dengungan mobil-mobil tersebut sangat nyaring dan keras.

Saya mengambil lebih dari 1000 foto di hari jumat tersebut, namun tidak ada satupun mobil F1 yang tertangkap jelas, semuanya kabur. Banyak foto kosong karena saking cepatnya mobil-mobil tersebut. Selain itu, "kandang ayam" tidak memungkinkan kita bisa mendapatkan foto yang bagus di acara bagus ini.

Click here for more pictures, but you might need a Multiply account.

Links:
Singapore Grand Prix
[Wiki] Singapore Grand Prix

Saturday, September 20, 2008

Free Practice - the ticket

Monday, September 15, 2008

Singapore Zoo - Sep'08

It was my second visit to Singapore Zoo after my first visit on October 2007. As last visit, I got a free pass from Kevin who has a member card from his company. But unfortunately he could not join us, so only Jontor and I enjoyed the free tickets. This visit became a very special moment for me since I brought a DSLR camera and a telephoto zoom lens with me so I was able to shoot almost all animals especially the wild animals and birds. The lens allowed me shoot the face of the White Tiger, monkeys, bats, the African Lions, giraffes, zebras, the Polar Bear, and other animals. ^_^

Photo Albums:
Boaz@Multiply - Singapore Zoo - Sep'08
Boaz@Flickr - Singapore Zoo - Sep'08

Links:
Welcome to Singapore Zoo
Uniquely Singapore - Singapore Zoo
Singapore Zoo - Wikipedia, the free encyclopedia
NationMaster.com - Singapore Zoo

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF 70-300mm f/4-5.6 IS USM
Hoya UV Filter 58mm

Photos courtesy of Boaz Wibowo
If you upload the photos to other sites, you must add the phrase "Photo Courtesy of Boaz Wibowo and iorboaz.multiply.com" somewhere near the photos.

Saturday, September 13, 2008

Bali Trip - Day 4

Hari terakhir di Bali kami lewatkan lebih santai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kami bangun cukup siang dan menikmati sarapan dengan nyaman. Sekitar jam 10am kami baru mulai jalan menuju Kertha Gosa di kabupaten Klungkung. Dewa Agung Gusti Sideman membangun pavilion ini di awal abad 18. Pavilion ini pernah digunakan sebagai pengadilan pada tahun 1945. Kertha Gisa sendiri berarti tempat dimana raja bertemu dengan menteri-menterinya untuk berdiskusi masalah peradilan. Yang menarik dari tempat ini adalah adanya lukisan tentang Bhima Swarga yang diadopsi dari Mahabharata di langit-langit Kertha Gosa.

Di dekat Kertha Gosa kita juga bisa melihat Monumen Puputan Klungkung. Tugu memiliki tinggi setinggi 28 meter berbentuk Lingga-Yoni yang dibangun pada areal seluas 123 meter persegi, diresmiannya tanggal 28 April 1992 oleh Menteri Dalam Negeri RI saat itu. Tugu ini dibangun untuk memperingati puputan atau perang habis-habisan yang dilakukan oleh putra-putri kerajaan Klungkung bersama rakyatnya. Selain itu diperempatan antara Kertha Gosa dan Monumen Puputan Klungkung terdapat Patung Kandapat Sari, yang dianggap sebagai ikon kabupaten Klungkung.

Dari Klungkung kami menuju Pura Goa Lawah atau yang berarti gua kelelawar. Pura ini menjadi salah satu pura yang paling penting di Bali setelah Besakih. Ditemukan oleh Empu Kuteran pada tahun 1007, gua ini terleatk diantara perbukitan dan pantai sehingga menjadi habitat ribuan kelelawar. Guide yang membawa kami mengatakan bahwa gua ini tembus sampai Pura Goa di Besakih, dan hanya orang suci dan sakti yang bisa melaluinya.

Setelah lunch di warung makan di dekat Pura Goa Lawah, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Petitenget yang berada 2km di sebelah utara Pantai Kuta. Kata petitenget berarti peti suci. Sama seperti Pantai Kuta, Pantai Petitenget juga berpasir putih dan memberikan pemandangan yang indah. Tidak seramai Pantai Kuta, kita bisa lebih bersantai disini. Kami berada di di Pantai Petitengeh hingga menjelang petang. Karena banyak awan dan saya merasa tidak mungkin dapat sunset yang bagus, akhirnya kami langsung cabut ke Denpasar untuk berbelanja barang-barang keperluan sehari-hari untuk dibawa ke Singapura.

Karena pak Kadek harus segera pulang kampung karena keesokan harinya adalah Galungan, kami memutuskan untuk menunggu beberapa jam di bandara sebelum pesawat Lion Air yang kami tumpangi berangkat. Kami tiba di Bandara International Ngurah Rai sekitar jam 8pm, sedangkan pesawat Lion Air kami berangkat pukul 00.30 dinihari... :( Good bye Bali, see you again... :) :) :)

Photo Albums:
Bali Trip - Kertha Gosa (18 photos)
Bali Trip - Pura Goa Lawah (14 photos)
Bali Trip - Petitenget Beach (7 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008

Links:
Kertha Gosa
Monumen Puputan Klungkung
Pura Goa Lawah
Petitenget Beach

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60

Friday, September 12, 2008

Bali Trip - Day 3

Hari ketiga di Bali, kami lalui dengan mengunjungi banyak tempat. Kami bangun cukup pagi, setelah sarapan di Hotel kami langsung menuju Jl. Wariban Kesiman di Denpasar untuk nonton Barong & Kris Dance. Harga tiket masuknya adalah Rp 50 ribu per orang. Tari Barong adalah salah satu yang paling terkenal di Bali. Menceritakan tentang peperangan antara kebaikan dan kejahatan, kisah ini diambil dari kisah Ragda (ibu dari Erlangga - Raja Bali abad 9) dengan black magic-nya melawan Barong dan tentara-tentara Erlangga. Yang spektakular adalah tentara-tentara Erlangga yang menusukan keris ke tubuh mereka karena terpengaruh sihir dari Ragda.

Setelah sekitar satu jam dan Tari Barong selesai disuguhkan kami meluncur ke Pura Taman Ayun yang terletak di daerah Mengwi. Taman ini selesai dibangun tahun 1634 oleh I Gusti Agung Anom, pendiri kerajaan Mengwi. Taman Ayun sendiri berarti taman yang cantik. Berbeda dengan pura=pura lain di Bali, pura ini menghadap Gunung Batukau, bukan Gunung Agung. Taman seluas 250m x 100m ini terdiri dari tiga bagian: halaman pekarangan, halaman utama, dan halaman paling dalam.

Tempat tujuan utama kami hari itu adalah Bedugul yang terletak 48 kilometer di uatara Denpasar. Kami tiba disana setelah siang dan kabut sangat-sangat tebal saat itu yang tidak memungkinkan saya untuk mengambil foto Pura Ulun Danu yang terletak di Danau Brantan. Terletak di ketinggian 1150 meter di atas permukaan air laut, udara disana dingin. Namun karena pura tersebut tertutup kabut, kami langsung kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

Karena perut sudah keroncongan, kami mampir di warung bali guling Bu Bayu Luwus, sebelum ke tempat lain. Di perjalanan pulang kami melihat banyak orang berada di pinggir jalan raya sedang membersihkan babi dan memotongnya untuk dibagi-bagi menjelang hari raya Galungan. Saya sempat berhenti dan ngobrol sejenak dengan empat orang pria yang sedang membersihkan babi yang sudah tak bernyawa. Satu ekor babi akan dibagi rata untuk empat atau lima keluarga. :D

Seteleah itu kami tiba di daerah Sangeh untuk mengunjungi Pura Alas Kedaton. Pura ini terletak di sebuah hutan kecil berukuran hanya 12 hektar, bernama Alas Kedaton. Alas Kedaton sendiri berarti Hutan Suci. Ada ratusan monyet terdapat dihutan tersebut yang memang menjadi habitatnya. Selain itu kita akan menemukan banyak kelelawar mengantung di pohon-pohon tinggi. Sangat disarankan untuk menyewa pemandu dan membeli kacang untuk memberi makan monyet. :)


Akhirnya sampai juga kami di Discovery Shopping Mall untuk beristirahat sejenak di Black Canyon Coffee. Setelah berjalan-jalan sebentar di mall itu, kami langsung menuju bagian utama Pantai Kuta. Saya melihat lebih banyak wisatawan domestik dibanding mancanegara. Mungkin karena sudah terlalu ramai, bule-bule itu pindah ke tempat lain. Saya ingin sekali memotret sunset di Kuta, tapi sayangnya sore itu terlalu banyak awan dan sedikit mendung. Sejauh ini sunset terbaik pernah saya potret masih di Uluwatu. :D

Setelah gelap, kami menuju ke Denpasar untuk makan malam bersama tante saya dan keluarganya yang memang menetap di Bali. Kami makan masakan khas Bali di Warung Satria yang kebetukan tidak jauh dari rumah tante saya. Setelah kenyang, kami langsung meluncur ke daerah Kuta untuk kembali ke hotel. Di hari ketiga ini kami cukup kelelahan karena mengunjungi cukup banyak tempat.

Photo Albums:
Bali Trip - Barong & Kris Dance (11 photos)
Bali Trip - Pura Taman Ayun (12 photos)
Bali Trip - Pura Alas Kedaton (9 photos)
Bali Trip - Bedugul & fog (10 photos)
Bali Trip - Kuta Beach & Discovery Mall (13 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008

Links:
Barong Dance
Pura Taman Ayun
Pura Alas Kedaton
Bedugul
Kuta Beach
Discovery Shopping Mall

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60

Thursday, September 11, 2008

Bali Trip - Day 2

Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua di Bali kami tidak lagi menyewa mobil dari Suta Tour, tapi dari Bali Access karena kami sudah pesan jauh-jauh hari dari Singapura. Jika di hari pertama kami menggunakan mobil Suzuki APV, kali ini kami menyewa mobil Toyota Avansa beserta supir selama tiga hari. Harga sewa mobil tersebut adalah Rp 265 ribu untuk 10 jam dan jika lebih akan dikenai Rp 25 ribu untuk per jam tambahannya. Dan harga tersebut belum termasuk bensin. Jika dibandingkan dengan Suta Tour, paket yang ditawarkan Bali Access jauh lebih mahal. For next visit, I will rent a car from Suta Tour.

Di hari kedua, tempat pertama yang kami kunjungi adalah tempat pembuatan perhiasan emas dan perak sekaligus showroom-nya, yaitu UC Silver. Awalnya kami dibawa ke tempak pembuatan perhiasan dan dijelaskan satu demi satu setiap step pembuatan perhiasan disana. Kemudian kami dibawa ke showroom tempat koleksi perhiasan mereka. Lantai satu berisi perhiasan-perhiasan tang terbuat dari perak dan lantai dua untuk yang terbuat dari emas. Akhirnya kami membeli sebuah cincin perak bermotif klasik. :)

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Bali Zoo. Tiket masuknya adalah Rp 55 ribu per orang bagi WNI pemegang KTP non-Bali. Terletak di Jl Raya Singapadu - Sukawati - Gianyar, Bali Zoo memiliki koleksi sebanyak lebih dari 350 binatang. Memang tidak banyak jika dibandingkan dengan koleksi Singapore Zoo ataupun kebun binatang lain di Indonesia, tapi tempat ini menjadi salah satu tempat alternatif hiburan bagi turis domestik maupun mancanegara.


Setelah Bali Zoo, sebenernya kami ingin mengunjungi Istana Tampak Siring yang terletak di daerah daerah Tampak Siring, diantara Ubud dan Kintamani. Namun ternyata istana kepresidenan sekaligus museum tersebut ditutup untuk umum sejak Bom Bali 2 terjadi, sehingga kami hanya bisa mengunjungi Pura Tirta Empul yang terletak tepat dibawah Istana Tapak Siring. Dari Pura Tirta Empul kita bisa melihat jelas bangunan Istana Negara dan Istana Merdeka yang dihubungkan dengan sebuah jembatan.

Pura Tirta Empul termasuk pura yang sangat penting di Bali. Pura yang dibangun tahun 960 A.D dibangun oleh Raja Chandra Bhayasingha Dinasti Warmadewa. Kata "Tirta Empul" sendiri berarti mata air sebening kristal, sehingga air yang berasal dari Tirta Empul dianggap sebagai air suci yang biasa digunakan do upacara-upacara keagamaan. Orang Bali bilang kalai air dari Tirta Empul lebih jernih dibanding dengan Aqua (kok Aqua ya... kenapa bukan Ades...?). Tapi memang air yang di kolam utama maupun kolam-kolam lain memang sangat-sangat jernih. Disana, saya melihat banyak orang sedang melakukan upacara "peleburan" atau penyucian diri menjelang Galungan.

Dari Tirta Empul, kami melanjutkan perjalanan ke Bebek Bengil, tempat yang direkomendasikan Hardi untuk makan siang. Tentu saja menu utamanya adalah Bebek Bengil atau Dirty Duck atau bebek jorok. Namanya saja yang Bebeak Bengil, tapi rasanya sangat enak dan krispi. Tempat dan suasananya yang berada di pinggir sawah memang sangat menyenangkan untuk menikmati makanan istimewa. This restaurant is recommended to visit.

Setelah kenyang dengan bebek jorok, kami langsung kembali menuju Kuta untuk beristirahat saja di hotel... :D

Photo Albums:
Bali Trip - Bali Zoo (33 photos)
Bali Trip - Pura Tirta Empul (15 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008

Links:
UC Silver
Bali Zoo
Istana Tampak Siring
Pura Tirta Empul
Bebek Bengil

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60

Wednesday, September 10, 2008

Bali Trip - Day 1

Akhirnya kesampaian lagi mengunjungi Bali, one of the most beautiful places in the world. Saya dan jontor berada di Bali tanggal 16-19 Agustus 2008 dalam rangka Honey Moon part 3, setelah Vietnam dan Thailand. Sebenarnya, alasan utama yang mendorong kami ke Bali adalah promosi tiket penerbangan Singapura-Denpasar dari Lion Air yang sangat murah. Kami cukup membayar 2,8 juta rupiah untuk dua orang PP. Itung-itung jadinya hanya Rp 700 ribu untuk sekali jalan... :D

Sama dengan pesawat yang ke Saigon, Lion Air juga menggunakan Boeing 737-900ER untuk ke Bali. Dari Toa Payoh kami berangkat jam 4.30am menuju Changi International Airport karena kami mengambil penerbangan jam 6.20am. Kami berada di pesawat selama lebih dari 2,5 jam sebelum tiba di Bandara International Ngurah Rai di Denpasar sekitar jam 9am. Tidak ada perbedaan waktu antara Singapura dan Denpasar. ^_^

Dari bandara kami langsung ambil taksi menuju White Rose Hotel, tempat kami berteduh selama 3 malam. Karena saat ini peak season, jadi harga kamar hotel-hotel di Bali memang cukup mahal. Kami mendapat kamar seharga Rp 495 ribu per malam including breakfast. White Rose Hotel terletak sangat dekat dengan cafe tempat Bom Bali 2 meledak, yang saat ini sudah disulap menjadi monumen peringatan. Kita bisa melihat nama-nama korban Bom Bali 2 terukir rapi di menumen tersebut.

Di hari pertama di Bali kami menyewa mobil sekaligus supir dari Suta Tour seharga Rp 265 ribu (10 jam) atau 305 ribu (12 jam). Harga tersebut sudah termasuk bensin. Mengikuti itinerary yang dibuat oleh Hardi, kami manuju ke Warung Nikmat dulu untuk makan siang. Kami lupa memesan Sop Buntut padahal itu yang direkomendasikan Hardi. Tapi tak apalah yang penting kenyang.

Setelah itu Pak Kadek, supir dari Suta Tour, membawa kami ke Pura Tanah Lot yang terkenal dengan keberadaan pura diatas batu karang yang terpisah dari daratan saat laut sedang pasang. Pura ini dikerjaan di abad 15 oleh pendeta Niratha. Dalam bahasa Bali, Tanah Lot sendiri berarti "tanah di tengah lautan". Terletak 20 km dari kota Denpasar, Tanah Lot sering digunakan untuk upacara-upacara besar seperti Galungan dan Kuningan. This place is highly recommended to see.

Setelah puas moto-moto, kami kembali ke parkiran dan melanjutkan perjalanan ke Kampung Bali, pusat oleh-oleh khas Bali. Pak Kadek merekomendasikan tempat ini untuk beli oleh-oleh karena tempatnya nyaman dan harganya juga sudah harga pas. Jadi kami tidak perlu buang-buang energi untuk tawar-menawar harga.

Setelah belanja beberapa kaos dan oleh-oleh, kami langsung meluncur ke Garuda Wisnu Kencana yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Tempat ini masih dalam proses pengerjaan, walau demikian kita sudah bisa melihat patung dewa Wisnu tanpa lengan, dan bagian kepala patung Garuda. Rencananya patung lengkapnya akan setinggi 146 meter dan menjadi ikon Pulau Bali.


Dari GWK kami melanjutkan perjalanan ke Uluwatu yang terletak di kabupaten Badung. Selain terkenal sebagai surfin spot, disana terdapat pura bernama Pura Luhur yang berada di atas tebing setinggi 100 meter. Pura yang dibangun di abad 11 ini menghadap Samudera Hindia yang memberikan panorama sunset yang luar biasa bagus. Selain itu, Uluwatu juga merupakan salah satu habitat monyet banyak terdapat di Bali. This place is highly recommended to see. It is my favorite place in Bali.

Kami sengaja berada di Uluwatu cukup lama untuk menyaksikan Tari Kecak. Tari Kecak adalah sebuah drama musikal khas Bali yang diperkenalkan tahun 1930. Tarian ini diperagakan oleh minimal 70 orang dengan formasi utama lingkaran. Tarian ini menceritakan tentang peperangan antara Rawana dengan Rama yang dibantu Hanoman. Saat ini suasana petang sangat mendukung tarian ini. Langit yang berwarna ungu dan jingga memberikan suasana dimana kerjaan-kerajaan kuno masih berjaya di Indonesia. ... jadi inget film Brama Kumbara... :D

Hari pertama di Bali sangat-sangat memuaskan. Senang sekali bisa melihat tempat-tempat indah dan kaya akan budaya.

Photo Albums:
Bali Trip - Tanah Lot (17 photos)
Bali Trip - Garuda Wisnu Kencana (15 photos)
Bali Trip - Uluwatu (13 photos)
Bali Trip - Kecak Dance @Uluwatu (18 photos)
Boaz@Flickr - Bali Trip 2008


Links:
Tanah Lot
Garuda Wisnu Kencana
Pura Luhur Uluwatu
Kecak Dance

Equipments:
Canon EOS 40D
Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS
Kenko DMC UV Filter 58mm
YXTM Lens Hood KLEW-60

Sunday, September 07, 2008

SanDisk ImageMate® 12-in-1 Reader/Writer

Setelah membaca beberapa forum dan website yang mengatakan bahwa lebih baik mentransfer pictures dari memory card ke komputer melalui card reader dari pada melalui kabel data yang disediakan kamera karena besar kemungkinan kita salah memilih kabel yang saking banyaknya di komputer kita. Selain itu keuntungan utama adalah kita tidak lagi membebani baterai kamera, dan juga transfer speed yang lebih.

Sayangnya laptop butut saya tidak memiliki card reader untuk CompactFlash, yang memaksa saya akhirnya beli card reader. Pilihan jatuh ke SanDisk ImageMate 12-in-1 Reader/Writer. Selain merk-nya sama dengan CF Card yang saya punya, ImageMate sangat serbabisa (bisa read/write 12 jenis card), memiliki desain yang bagus, ada dudukannya (docking station), dan tidak memerlukan driver tambahan (walau disediakan untuk beberapa fitur tambahan direct print dan email).

Berikut adalah daftar card yang di-support:
1. CompactFlash®
2. CompactFlash® II
3. SD™
4. SDHC™
5. miniSD™
6. miniSDHC™
7. MultiMediaCard™
8. MMCplus™
9. MMCmobile™
10. RS-MMC™
11. RS-MMC Dual Voltage™
12. Memory Stick™
13. Memory Stick Duo™
14. Memory Stick PRO™
15. Memory Stick PRO Duo™
16. SmartMedia™
17. xD
18. xD Type M
19. xD Type H

Price: SGD 49.00 (on 6th Sep 2008 at PK Computer - Singapore)

*image is taken from http://www.laptopstuff.co.uk/
**specifications are taken from http://www.sandisk.com/

Saturday, September 06, 2008

HUT RI ke-63 @KBRI Singapura

Tanggal 24 Agustus 2008 yang lalu saya dan jontor sengaja pergi ke KBRI Singapura untuk ikut serta meramaikan peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-63. Kami janjian dengan Haikal, Ramon dan Tandi untuk bertemu langsung disana. Sesampainya di KBRI suasana sudah sangat ramai dengan TKI-TKI (Tenaga Kerja Indonesia & Tenaga Konsultan Indonesia) yang mengeruk $$$ di Singapura.

Selain bazzar makanan-makanan nusantara, jasa remittance dan penjualan tiket pesawat udara, pihak KBRI juga mengadakan panggung gembira dengan bintang tamu utama Ihsan, juara Indonesian Idol 2006. Karena sudah penuh sesak saya tidak bisa mendekati pangung dan terpaksa menonton lewat TV yang disediakan panitia. Bagus dan cukup menghibur.

Click here for more photos.

Link:
KBRI Singapura

Thursday, September 04, 2008

RSAF Open House 2008

Bulan lalu, tepatnya tanggal 30-31 Aug 2008, The Republic of Singapore Air Force (RSAF) mengadakan open house dalam rangka hari jadinya yang ke-40. RSAF Open House 2008 kali ini bertajuk The 3rd Generation RSAF dengan memamerkan pesawat-pesawat tempur paling muktahir yang mereka miliki, termasuk salah satu pesawat Black Knights yang beratraksi di NDP 2008 lalu.

Hari ini matahari tersenyum sangat lebar dan antrian masuk juga sangat panjang. Scan ketat harus dijalani setiap pengunjung. Selain memajangan pesawat tempur, pesawat patroli, pesawat pengangkut yang bisa dimasuki pengunjung, mereka juga menyajikan beberapa atraksi pendaratan dan manuver di udara. Selain itu ada beberapa kendaraan dari The Singapore Army yang mejeng juga.

Di sinilah lensa Canon EF 70-300mm f/4-5.6 IS USM, saya gunakan pertama kali untuk hunting. Bergantian dengan lensa kit Canon EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS, membuat proses hunting lebih fleksibel. Dengan focal-length yang panjang, 300mm (480mm di 1.6X crop camera), membuat kita lebih dekat dengan obyek, pesawat maupun orang. :)


Link:

Tuesday, September 02, 2008

Vanguard Oregon 27

Di COMEX 2008 ini, selain Audio-Technica ATH-SJ3, saya juga beli tas khusus buat kamera DSLR milik saya berserta lensa-lensanya. Saya tidak menemui merk-merk terkenal seperti: Lowepro, Crumpler, dan Tamrac. Namun ada satu merk yang belum pernah saya dengar sebelumnya menjual tripod dan tas khusus kamera, yaitu: Vanguard. Setelah mencoba beberapa jenis tas dan mendapati bahwa kualitasnya sangat bagus, saya beli satu Vanguard Oregon 27 UV/Weatherproof Photo Bag seharga S$70. Tas ini cukup untuk membawa satu kamera DSLR dengan satu lensa terpasang, dua lensa tambahan, satu speedlight, beberapa memory card, actinometer, baterai cadangan, binocular, dan tripod.



Setelah sampai rumah, saya coba untuk memasukan semua perlengkapan fotografi yang saya punya, dan masih banyak tempat tersisa di tas tersebut, jadi masih bisa masukin botol aqua untuk jaga-jaga kalau kita haus waktu hunting. Tas ini memang cukup besar dan berat, tapi hitung-hitung kalau ada lensa dan speedlight baru, saya tidak perlu beli tas baru. :)

Specifications:
Manufacturer: Vanguard(USA), Inc
Manufacturer Part Number: OREGON-27
Manufacturer Website Address: www.vanguardusa.com
Product Series: Oregon
Product Model: Oregon 27
Product Name: Oregon 27 UV/Weatherproof Photo Bag
Product Type: Camera Case
Accessibility: Top Loading
Dimensions: 7.75" Height x 10.875" Width x 6.75" Depth

Features:
- Water resistant
- Anti-shock feet
- Comfortable handle and shoulder pad
- Nylon and neoprene textile combination

*photos are taken from http://www.vanguardusa.com/
**specifications are taken from http://www.beachaudio.com/

Monday, September 01, 2008

Audio-Technica ATH-SJ3

Selain PC Show, ada ajang bursa komputer dan teknologi besar lain di Singapura, COMEX 2008. Seperti biasa lautan manusia sudah terasa di City Link Mall, yang menghubungkan City Hall MRT dengan Suntec. Salah satu tujuan kesana adalah untuk beli headphone buat si Jontor. Berbagai headphone dari empat merk terkenal: Philips, Creative, Sennheiser, dan Audio-Technica. Dan yang terbaik dari keempat tersebut (penilaian subyektif telinga saya) adalah Audio-Technica. Merk yang memang spesialis produk-produk audio ini menjual berbagai headphone dengan range harga S$38 sampai S$700 lebih. Setelah membandingkan, menimbang dan mengecek isi dompet akhirnya saya membeli Audio-Technica ATH-SJ3 seharga S$58. Setelah didiskon harga menjadi sekitar S$52 ditambah bonus cable wrap :D

Specifications:

Type: Dynamic
Driver Diameter: 40 mm
Magnet: Neodymium
Frequency Response: 10 - 23,000Hz
Maximum Input Power: 500mW
Output Sound Level: 114 dB/mW
Impedance: 32Ω
Weight: 135 g
Cable: 1.2m /OFC/ Y-type
Connector: 3.5 mm mini stereo, gold-plated
Color: ATH-SJ3 BK (Black), ATH-SJ3 WH (White)

*photos and specifications are taken from http://www.audio-technica.com.sg