Friday, January 13, 2006

Singapore - Johor Bahru - Kuala Lumpur TOUR

Kalo dibilang nekat, benar juga. Pasalnya perjalanan empat hari tiga malam ini (7 Januari 2006 - 10 Januari 2006), baru direncanakan satu minggu sebelumnya. Menurut saya spontanitas seperti ini yang membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan. Persiapan yang hanya seminggu dan tidak ada satupun dari kami yang pernah menginjakan kaki di Malaysia sebelumnya. Semua informasi hanya berasal dari internet (Internet is the best teacher in my life...). Mulai dari tempat penginapan, trasportasi antar kota, transportasi dalam kota, spot-spot yang menarik untuk dikunjungi di Johor Bahru maupun Kuala Lumpur, sampai makanan lengkap dengan harga.

Seperti biasa kami berangkat dari HVG A.11 menuju Pelabuhan Ferry Batam Center. Sebelumnya kami sudah membeli tiket ferry Batam Fast jurusan Batam-Singapore PP seharga S$ 12.50 per orang, jadi di pelabuhan kami hanya perlu membayar Passanger Departure Fee (PDF) sebesar S$ 3 per orang. Setelah melewati petugas imigrasi dan pemeriksaan bagasi, kapan Ocean Flyte milik Batam Fast berangkat tepat pukul 8:40 WIB.

Setelah sampai di Harbour Front - Singapore, kami membeli roti dan air mineral sebagai bekal dan tidak lupa kami juga membeli payung di toko Hang Ten. Kemudian kami langsung menuju ke HarbourFront MRT Station (NE1) dari MRT North-East Line. Saya tidak perlu mengisi EZ-link lagi karena masih S$ 8.87. Dari Harbour Front kami mengambil jurusan Outram Park (NE3/EW16). Di Outram Park, kami ganti kereta dengan East-West MRT Line jurusan Bugis MRT Station (EW12). Dari Harbour Front sampai Bugis, EZ-link kami berkurang kira-kita S$ 1.10 per orang. Dari Bugis MRT Station, setelah berfoto sebentar di depan Rafless Hospital, kami berjalan sebentar ke Singapore-Johore Bus Station. Setelah sampai, kami segera mengambil bus Singapore-Johore Air-Con Express seharga S$ 2.40 per orang. Kerajaan Johor dan Singapore sudah terhubung oleh jembatan, jadi kami tidak perlu menggunakan ferry kesana.

Di Woodlands Checkpoint kami harus turun dari bus untuk pemeriksaan keberangkatan. Tidak ada biaya yang harus kami keluarkan. Tidak ada pajak yang harus kami bayar untuk masuk maupun keluar dari Singapore. Di Malaysia (Johor Bahru) juga bebas biaya departure-arrival. Kami hanya perlu mengisi The White Card dan mengantri untuk keluar dan masuk kedua negara itu (Kapan ya Indonesia seperti Singapore dan Malaysia...???).

Setelah melewati dua checkpoint (Woodlands Singapore dan Johor Malaysia) kami langsung mengambil bus Singapore-Johore Air-Con Express (walau kami sudah tertinggal bus yang pertama kami naiki karena kami harus mengantri) untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Larkin Bus Station (Stesen Bas Larkin), Johor Bahru. Selama perjalanan kami melihat POM Bensin dari berbagai perusahaan minyak (Petronas, Shell, Esso, Mobil, Caltex, dll). Kapan nih Pertamina go International...??? Kami sampai di Larkin Bus Station sekitar pukul 2:00 waktu Malaysia (selisih satu jam dengan Waktu Indonesia Barat). Karena masih siang jadi kami memutuskan untuk jalan-jalan di pusat kota Johor Bahru dulu sebelum menuju Kuala Lumpur. Dari Larkin ke Pusat Bandaraya kami menggunakan taxi (habis sekitar 7 ringgit). Pertama yang kami cari adalah tempat makan karena perut kami benar-benar sudah keroncongan. Setelah mencari-cari akhirnya kami makan di rumah makan Melayu (saya habis sekitar 5.70 ringgit untuk Nasi Padang : nasi + rendang + terong). Setelah itu kami berkeliling Pusat Bandaraya sampai malam (Istana Kerajaan Johor, Plaza Kotaraya, IT Square Landmark adalah beberapa tempat yang saya ingat telah kami kunjungi).

Sebelum kembali ke Larkin Bus Station untuk melanjutkan perjalanan, kami makan malam di KFC (sayangnya mereka tidak jual nasi). Setelah itu kami mengambil taxi ke Larkin (karena salah ambil taxi, kami dapat taxi yang tanpa argo, kurang ajar banget tuh supir... masak dia minta 15 ringgit... dasar sial...). Setelah sampai di Larkin kami berkenalan dengan seorang yang bekerja sebagai bus ticketing sales (baca: calo) bernama Azhahar (untung bukan Azhahari...). Dia menawari kami untuk bermalam di Johor Bahru dan dia bisa mengantarkan kami ke tempat-tempat istimewa di Johor Bahru. Namun karena tujuan kami adalah Kuala Lumpur jadi kami menolak dan tetap mengambil bus jurusan Kuala Lumpur malam itu. Konsortium Bas Ekspres seharga 24 ringgit per orang, bus yang kami pilih sebagai tempat kami bermalam (hehehe... biar ngirit). Pukul 11.30 tepat kami berangkat menuju Kuala Lumpur.

Kami tiba di Hentian Puduraya, Kuala Lumpur, sekitar pukul 04:00. Jadi sekitar 4,5 jam kami berada di bus. Kami beristirahat di terminal bus itu sekitar 2 jam. Setelah makan sisa ayam KFC yang dari Johor Bahru dan membersihkan diri seadanya, kami keluar dari Hentian Puduraya dan mulai berjalan mencari backpacker hotel. Sesuai rencana dan informasi dari internet, kami mencari Backpacker Tarvellers Inn, Backpacker Travellers Lodge, dan Wheeler Travellers Hostel. Namun karena semuanya fully booked, kami kembali ke Hentian Puduraya, dimana di depannya terdapat Pudu Backpacker Hostel. Akhirnya kami mendapat satu kamar dengan satu ranjang tingkat yang cukup untuk tiga orang. Karena kami orang Indonesia kami diperbolehkan langsung menggunakan kamar tersebut walaupun belum jam 12 siang. Biaya hostel tersebut adalah 80 Ringgit (2 hari x 40 Ringgit / hari)

Setelah tidur sebentar dan mandi, sekitar jam 10:00 kami keluar dan mulai wisata jalan-kaki kami.Pertama, kami ke Menara KL (KL Tower). Ketinggian menara ini setara dengan 83 tingkat gedung (agak lupa-lupa ingat sih 83 ato 87 tingkat..yang jelas tinggi sekali deh..). Kami sempat menonton sekelompok pemain gamelan (jadi ingat kampung Jogja-ku....hehehe...). However, karena saran dari salah satu penjaga hotel Pudu bahwa pemandangan Malaysia sangat indah dilihat dari menara KL pada saat sunset maka kami memutuskan untuk naik ke puncak pada saat sore menjelang malam saja. Setelah dari Menara KL, kami melanjutkan perjalanan ke Suria KLCC. Suria KLCC merupakan salah satu shopping centre di KL dan berada di kompleks yang sama dengan Gedung PETRONAS (Twin Tower). Beragam outlet dari perancang terkenal tingkat dunia sampai butik dalam negeri ada di sini. Setelah kurang lebih 1 jam berjalan-jalan, perut kami mulai lapar dan makan siang di food court KLCC. Setelah selesai makan siang kami memutuskan untuk langsung naik ke jembatan penghubung Gedung PETRONAS. Tapi we have a bad luck karena ternyata tiket yang dijual sudah habis dan oh iya Gedung Petronas ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali hari Isnin (senin). Jadi, kami memutuskan untuk kembali ke tempat ini pada hari selasa (10 Jan).

Waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 ketika kami keluar dari area Gedung PETRONAS. Kami menuju stasiun MRT yang terletak di underground Suria KLCC lalu melanjutkan perjalanan ke Pasar Seni. Disini, barang-barang cinderamata jauh lebih murah dan beragam. Ada beberapa yang sudah dijual dengan harga mati tapi ada beberapa toko juga yang bisa nego harga alias tawar-menawar (hehehe...mangga dua jakarta banget sih...). Lokasi Pasar Seni ini dekat dengan ChinaTown. Melihat banyaknya etnis, budaya, dan bahasa disana tapi semua rukun dan berbaur tanpa pretensi apapun...i'm so amazed of it. You can see truly Asia here...

Dari Pasar Seni kami segera kembali menuju ke KL Tower, tempat dimana kami akan melihat indahnya kota Kuala Lumpur di sore dan malam hari. 20 Ringgit per orang harus kami keluarkan untuk naik ke puncak menara. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 50 detik untuk sampai di puncak menara ini. Setelah sampai puncak kami segera dihidangkan pemandangan luar biasa dari kota berkembang begitu pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Dari menara ini kami bisa menyaksikan hampir semua landmark dari kota Kuala Lumpur. Petronas Twin Tower, Dataran Merdeka, Gedung Dayabumi, Gedung Maybank, dan masih banyak yang lain. Dengan sebuah portable MP3 player yang disediakan pihak pengelola, setiap pengunjung mendapat informasi detik tentang setiap tempat terkenal di Kuala Lumpur. Malam mulai menyelimuti kota dan lampu-lampu mulai bersinar menghiasi malam yang cerah. Petronas Tower terlihat begitu megah. Sebagai gedung tertinggi, dia mulai menonjolkan eksistensinya sebagai bukti kehebatan Malaysia.

Kami lupa jam berapa kami meninggalkan KL Tower. Yang jelas kami sudah sangat lelah. Lelah yang bercampur dengan kepuasan. Dengan tenaga yang tersisa kami kembali ke Pudu Hostel, tetap dengan jalan kaki. Setelah sampai di Pudu Hostel kami segera mandi dan zzz... zzz... zzz...

Di hari ketiga, setelah beli roti dan air mineral di 7-Eleven kami langsung menuju ke Stasiun Plaza Rakyat. Dari sana kami ambil kereta ke Stasiun Bandar Tasik Selatan. Di stasiun ini kami ganti kereta dengan KLIA Transit, salah satu kereta terbaik di Kuala Lumpur (...lebih maha dibanding dengan tarif jenis kereta yang lain...). Dari Stasiun Bandar Tasik Selatan ke Stasiun Putrajaya/Cyberjaya kami harus mengeluarkan 5.25 ringgit per orang. Harga segitu sangat pantas untuk kereta yang bersih, cepat dan nyaman (gak bakalan berdiri deh... karena memang sedikit sekali penumpangnya...).

Dari Stasiun Putrajaya/Cyberjaya kami mengambil bus khusus area Putrajaya/Cyberjaya bernama Nadiputra. Bus ini mengantarkan kami ke Persint 1, perhentian terdekat untuk kami dapat melanjutkan perjalanan ke gedung Perdana Menteri, Masjid besar di Putrajaya, jembatan unik, menara perunggu, dan gedung-gedung indah lainnya. Putrajaya adalah pusat pemerintahan Malaysia. Daerah ini sangat rapi dan terencana dengan amat detil. Saya sampai terkagum-kagum bagaimana arsitek-arsitek Malaysia merencanakan ini semua. I think Putrajaya is the best place to visit when you are in Kuala Lumpur. you can complain to me if you are not amazed of this place.

Setelah puas menghabiskan kapasitas penyimpanan kamera digital, kami kembali ke pusat kota Kuala Lumpur dengan route yang sama. Kali ini kami tidak kembali ke Pudu Hostel, namun kami ke Dataran Merdeka, dimana Malaysia memproklamirkan kemerdekaannya. Tempat ini memang penuh dengan bangunan tua yang masih asri. Walaupun terkesan angker, namum terlihat megah ketika lampu-lampu kecil menghiasi bangunan-bangunan tua tersebut di sore hari.

Kami kembali ke Pudu untuk mencari makan. Dan kami memutuskan untuk mencari makan di Hentian Puduraya untuk mendapatkan harga yang murah sebelum kami kembali ke Pudu Hostel. Dan akhirnya kami makan malam di kedai makan yang penjaganya ternyata orang Indonesia, dari Pulau Bawean, Jawa Timur.

Di hari terakhir, tentu saja setelah kami check out dari Pudu Hostel, kami kembali ke Petronas Twin Tower untuk memuaskan rasa penasaran kami bagaimana rasanya berada di jembatan penghubung kedua gedung tersebut, seperti yang ada di film Entrapment. Namun dasar malang nasib kami, Petronas Twin Tower tidak dibuka berhubung dengan hari libur nasional Idul Adha. Well... that's okay. I will come back some day...

Dari KLCC kami langsung ke Hentian Puduraya. Masih dengan bus yang sama dan harga yang sama juga, Konsortium Bas Ekspres, kami kembali ke Johor Bahru. Selama perjalanan dari Kuala Lumpur ke Johor Bahru, kami melihat di kanan kiri kami perkebunan kelapa sawit... Luar Biasa... Ternyata ini yang buat mereka kaya...

Setelah sampai di Stasiun Larkin, Johor Bahru kami langsung mengambil bus SBS Transit nomer 170 milik Singapore. Untuk sampai di Bugis kartu EZ-link kami hanya berkurang S$ 1.55. Sungguh sangat murah bukan...??? Yang membuat saya kagum adalah system EZ-link bisa tahu kalau penumpang menajutkan perjalanan ketika kami sampai di Johor Bahru Checkpoint. Di layar terlihat "Ride Suspended" ketika saya mendekatkan kartu EZ-link saya ke alat RFID sensor mereka. Dan setelah saya melewati petugas imigrasi dan mengambil bus SBS Transit nomer 170, di layar terlihat "Ride Resume" walaupun saya menaiki bus yang berbeda. Ini sangat menarik bagi saya. Ini harus diimplementasikan di Indonesia. Di Woodlands Checkpoint, Ori harus masuk ke ruang khusus. Mungkin petugasnya ragu kalau Ori punya cukup dollar untuk masuk Singapore karena mukanya udah kucel... (hihihi... cap di passport jadi beda tuh... aku juga mau...).

Kami turun di Singapore-Johore Bus Station, Bugis. Kami langsung ke Rafless MRT Station untuk kemabali ke HarborFront MRT Station... Wow... rasanya hari terakhir itu begitu cepat berlalu. Walaupun kelelahan. kami tetap tidak bisa beristirahat di kapan Ocean xxx (I don't remember...) karena cuaca dan ombak yang tidak bersahabat... Ternyata Batam hujan terus-menerus selama kami berlibur... hehehe...

Guys... remember... Petronas Twin Tower, KL Tower, and Putrajaya will show you how great is Malaysia.

CLIK HERE TO SEE PHOTOS

Note:
1 Ringgit = Rp 2.550,- (on 4 January 2006)
S$ 1 = Rp 5.840,- (on 4 January 2006)

11 comments:

Ori's Blog said...

He..he..ulasannya tambah lebih lengkap nih dibanding ke Singapore kemarin.Coba waktunya ampe seminggu, mungkin kita udah nyambung ke Thailand:=) Upsss sori, kemarin masuk pos khusus imigrasi bukan karena wajah kucel, tapi karena petugas imigrasinya shock aja liat ada wajah ganteng tau-tau muncul di depan dia...he..he...Az, fotonya belum diupload ya ?

Boaz Jr. Wibowo said...

Bener banget... coba kalo ada beberapa hari lagi... udah keliling Asia Selatan nih...

Kamu bener, di Imigrasi memang pria-pria penjaga terpesona dengan kegantenganmu...

Foto udah ku upload kok...
Coba lihat di http://pg.photos.yahoo.com/ph/iorboaz/album?.dir=ef48&.src=ph

dian said...

okeh bgt tuch story nya.....tp kl gaya bahasa nya dibuat seperti majalah, pasti bacanya gak boring (uppss...!!!)And menurutku, lebih oke lagi kalo ceritanya di cut semacam sub bab gitu lah...(based on by place i think)WEb page nya juga 'mendidik' banget....keep go in guys!!

Apriandri Hari Utomo said...

Ceritanya asik. Saya juga rencana mau main kesana.
Tanya: Pudu hostel itu (yang tarif kamar doble-bednya RM40) ada ACnya gak? Nomer telpon hostel tsb berapa ya? Trims sebelumnya

Boaz Wibowo said...

halo pak Apriandri,

waktu itu, RM40 untuk kamar yang bisa ditempatin 3 orang... :)
ranjangnya bertingkat... 2 dibawah, 1 diatas...

bisa di check di http://www.puduhostel.com/

Anonymous said...

hi, mau tanya dong. kalo dari Johor ke Singapur dan sebaliknya, di imigrasinya ga ada biaya apapun kan??
karna gw baca di milis manaa gt, ktanya musti ngasih garansi 200 ringgit. bikin panik aja deh tu milis. hehehe.

boaz said...

gak perlu bayar apa-apa... tenang aja... selama semua dokumen lengkap... semua aman... ^_^

nurul said...

memang malaysia so amazing...apalagi di putrajaya nya...kapan indonesia menyusul spt mlysia ya..:D

boaz w said...

tidak perlu susul-menyusul...
masing2 ada baik dan buruknya...
lagipula hidup di dunia ini mung "mampir ngombe"... :)

^_^

Bus from singapore to kl said...

The Singapore Johor Bahru bus Kuala lumpur is given here. Useful post

singapore car rent said...

There are various places to visit in Singapore Johar, Bahru, Kuala Lumpur.know abiut them from here